Miskonsepsi Mahasiswa STKIP Rokania pada Materi Limit Fungsi
Abstract
Artikel ini membahas miskonsepsi mahasiswa STKIP Rokania pada materi limit fungsi. Limit fungsi merupakan materi yang sangat penting untuk mempelajari kalkulus, namun yang terjadi adalah banyak mahasiswa yang masih miskonsepsi terhadap materi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat miskonsepsi mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi STKIP Rokania tentang konsep limit fungsi. Metode yang dilakukan adalah metode kualitatif deskiptif. Yaitu penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskrptif. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan, melukiskan, menerangkan, menjelaskan dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu, suatu kelompok atau suatu kejadian. Penelitian dilakukan terhadap hasil tes kalkulus mahasiswa tahun akademik 2021/2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi tentang konsep limit fungsi tergolong pada kriteria sedang yaitu sebesar 33%. Mahasiswa dengan paham konsep sebesar 45% dan mahasiswa dengan tidak paham konsep sebesar 22%. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran kalkulus dimasa akan dating, misalnya dosen dapat menggunakan software matematika untuk memvisualisasikan konsep limit fungsi.
Downloads
References
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. In Qualitative Research Journal (Vol. 9, Issue 2). https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Dale Varberg, E. P. and S. R. (2006). Calculus (9th ed.). Prentice Hall.
Erdriani, D., & Devita, D. (2019). Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Pertidaksamaan dan Fungsi Limit. Edumatika: Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 2(1), 52. https://doi.org/10.32939/ejrpm.v2i1.330
Fitria, A. (2014). Miskonsepsi Mahasiswa Dalam Menentujan GRUP Pada Struktur Aljabar Menggunakan Certainty of Response Index (CRI) di Jurusan Pendidikan Matematika IAIN Antasari. JPM IAIN Antasari, 1(2), 35–43.
John W. Creswell. (2012). Educational research : planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research 4th ed. Prentice Hall Upper Saddle River, NJ.
Joordan, T. (2005). Misconceptions of the limit concept in Mathematics course for Engineering Students. Master The(February).
Larson, R., & Bruce Edwards. (2016). Calculus with CalcChat an CalcView.
Lerner, J. (2003). Learning disabilities: Theories, diagnosis, and teaching practices. Houghton Mifflin Company.
Lestari, D. P. (2012). Deskripsi kesulitan belajar pada operasi penjumlahan dengan teknik menyimpan siswa kelas I SD N 3 Panjer Kecamatan Kebumen tahun ajaran 2011/2012. Kalam Cendekia PGSD Kebumen, 2(1).
Lorna Maxine Earl. (2014). Assessment as learning: Using classroom assessment to maximize student learning. Hawker Brownlow Education.
Paul Suparno. (2013). Miskonsepsi dan perubahan konsep dalam pendidikan fisika (1st ed.). PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Purba, S., & Hutagaol, Y. E. (2017). Analisis Kesalahan Konsep Siswa Terhadap Materi Limit Fungsi Di Kelas XI MIA 3 SMA Negeri 21 Medan. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, 12(2), 90–99.
Saheb, W. A., Supriadi, B., & Prihandono, T. (2018). Implementasi pendidikan karakter dan IPTEK untuk generasi milineal Indonesia dalam menuju Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Prosiding Seminar Pendidikan, 6–13.
Soedjaji, R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia,(Cet. 1). Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &. D. Penerbit Alfabeta.
Winarso, W., & Toheri, T. (2017). A case study of misconceptions students in the learning of mathematics; The concept limit function in high school. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4(1), 120. https://doi.org/10.21831/jrpm.v4i1.12060.
Copyright (c) 2022 Jufri Jufri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

1.jpg)












