https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/issue/feedJurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika2025-12-17T17:05:18+07:00Zulfahzulfahasni670@gmail.comOpen Journal Systems<table class="data" width="100%" bgcolor="#d4ded1"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%"> Journal title</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index">Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika</a><strong><br></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Initials</td> <td width="80%">: <a title="Official Website Jurnal Pendidikan Tambusai" href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index" target="_blank" rel="noopener">JC</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Frequency</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/about">3 issues per year (March, July, and November)</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> DOI</td> <td width="80%">: prefix 10.31004</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Print ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1511750839">2614-3038</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Online ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1489632272">2579-9258</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Editor-in-chief</td> <td width="80%">: <a title="Google Scholar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=xIInaz4AAAAJ&hl=en">Zulfah, M.Pd.</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Managing Editor</td> <td width="80%">: Aan Putra, M.Pd</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Publisher</td> <td width="80%">: <a title="Website Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai" href="http://universitaspahlawan.ac.id/id/">Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%"> Citation Analysis</td> <td width="80%">: <a title="Go to Google Scolar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=oVZB2BcAAAAJ&hl=en&authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scolar</a></td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <hr> <div> <p> Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published three times a year. The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.</p> </div> <div id="journalDescription"> <table style="margin-top: 10px;" border="0"> <tbody> <tr> <td valign="top"> <div style="background-color: #f5f5f5; border: 1px dotted SeaGreen; padding-bottom: 6px; padding: 15px; display: inline-block;"> <ul> <ul> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1511750839&1&&2017">2614-3038</a></em></strong> (print)</li> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1489632272&1&&" target="_blank" rel="noopener">2579-9258</a></em></strong> (online)</li> </ul> </ul> <img src="/public/site/images/zulfahasni/0001.jpg" width="275" height="194"></div> </td> </tr> </tbody> </table> </div>https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4063Rekonstruksi Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan dan Bermakna: Eksplorasi Kualitatif Metode Lompat Tali Dzikir di Madrasah Ibtidaiyah2025-12-05T15:41:33+07:00Alfiatur Rohmaniyahalfiatur.rohmaniyah24010@mhs.uingusdur.ac.idMuhammad Dzimaralfiatur.rohmaniyah24010@mhs.uingusdur.ac.id<p>Pembelajaran matematika di madrasah ibtidaiyah sering kali dihadapkan pada tantangan abstraksi konsep dan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Banyak pendekatan pembelajaran belum mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Lompat Tali Dzikir dalam pembelajaran KPK di madrasah ibtidaiyah, serta mengkaji dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterlibatan belajar siswa, dan integrasi nilai spiritual melalui permainan tradisional. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas V madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap konsep KPK secara konkret, serta menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Selain itu, aktivitas dzikir yang terintegrasi dalam proses belajar memberikan penguatan spiritual yang berdampak positif pada sikap dan karakter siswa. Penelitian ini mengisi celah kajian sebelumnya yang jarang mengaitkan pembelajaran matematika dengan elemen budaya dan spiritualitas secara simultan. Metode ini berpotensi menjadi alternatif pembelajaran kontekstual-religius yang mendukung penguatan profil pelajar Pancasila dan nilai-nilai Islam.</p>2025-12-05T14:09:13+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4126Penerapan Model Problem-Based Learning berbantuan Strategi Example-NonExample untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis Siswa2025-12-05T15:41:33+07:00Osfir Candikia Rara Komarakomararara@gmail.comChristine Suryaningrum Wulandarichristine.wulandari@unmuhjember.ac.idSri Rahayuosfircandiki@gmail.com<p>Permasalahan rendahnya kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan tiga indikator utama <em>PISA</em> yakni memahami konteks, merumuskan masalah, dan menafsirkan hasil pada materi garis singgung lingkaran, menjadi alasan utama penelitian ini dilakukan. Upaya yang pernah diterapkan seperti <em>Problem-Based Learning</em> (PBL), memang menunjukkan potensi dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, namun belum sepenuhnya optimal karena sebagian siswa masih kesulitan memasuki tahap pemecahan masalah tanpa penguatan awal. Sementara itu, strategi <em>Example–NonExample</em> diketahui mampu memperjelas batasan konsep melalui penyajian contoh dan non-contoh, tetapi penggunaannya belum banyak diintegrasikan secara strategis untuk mendukung proses <em>PBL</em> maupun peningkatan literasi matematis. Dengan memadukan kedua pendekatan tersebut, pembelajaran dirancang agar siswa memperoleh penguatan visual dan konseptual sebelum memasuki tahap investigasi masalah. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas XI-7 SMAN 5 Jember melalui Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data diperoleh melalui tes literasi matematis, observasi, dan catatan lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada semua indikator literasi matematis, dengan rata-rata kenaikan 14% dari siklus I ke II serta pergeseran signifikan jumlah siswa ke kategori kemampuan tinggi. Temuan ini menampilkan bahwa integrasi PBL berbantuan Example–NonExample mampu mengoptimalkan pembelajaran kontekstual dan visual, sehingga efektif meningkatkan literasi matematis siswa.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Literasi matematika, <em>Problem-based Learning</em>, <em>Example NonExample</em></p>2025-12-05T15:34:34+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4601Pengaruh Self-Regulated Learning dan Gaya Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa MTs Negeri Kota Jayapura2025-12-07T23:15:31+07:00Rian Efendirianefendi07@gmail.comElieser Kulimbangrianefendi07@gmail.com<p>Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika di MTs Negeri Kota Jayapura, sebuah madrasah di wilayah perbatasan, mencerminkan tantangan kompleks dalam pendidikan matematika di daerah khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian belajar (self-regulated learning) dan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di MTs Negeri Kota Jayapura. Metode kuantitatif dengan desain survei cross-sectional diterapkan pada sampel 162 siswa yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes uraian, kemudian dianalisis dengan regresi linier. Hasil penelitian mengungkap temuan yang paradoksal: kemandirian belajar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah, sementara gaya belajar visual terbukti menjadi prediktor positif terkuat dibandingkan gaya auditori dan kinestetik. Secara simultan, kombinasi variabel-variabel ini hanya menjelaskan 16.4% varians kemampuan pemecahan masalah, mengindikasikan dominannya faktor lain yang tidak terukur. Temuan ini menyoroti ketidakselarasan potensial antara konstruk kemandirian belajar generik dengan tuntutan spesifik pemecahan masalah matematika di konteks MTs Negeri Kota Jayapura. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pedagogis yang berfokus pada penguatan representasi visual dan pengembangan strategi pembelajaran yang kontekstual diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika di madrasah perbatasan.</p>2025-12-05T15:41:18+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4634Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Ditinjau dari Self-Confidence2025-12-05T15:55:54+07:00Yemi Kuswardiyemikuswardi@staff.uns.ac.idJuniati Juniatijuniyati@student.uns.ac.idSutopo Sutoposutopo72@staff.uns.ac.idBudi Usodobudi_usodo@staff.uns.ac.idHenny Ekana Chrisnawatihennyekana@staff.uns.ac.idFarida Nurhasanahfarida.nurhasanah@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, pembelajaran dengan model Problem-Based Learning dengan Gallery Walk, Think Pair Share dengan Problem Posing, atau Problem-Based Learning, (2) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik, peserta didik dengan self-confidence tinggi, sedang atau rendah, (3) Ada tidaknya interaksi antara model pembelajaran dan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain faktorial 3 x 3. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X pada salah satu SMA Negeri di Sukoharjo. Sampel dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes pada materi fungsi kuadrat untuk mendapatkan data kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan angket Self-confidence untuk mendapatkan data kepercayaan diri peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah ANOVA dengan dua sel yang tak sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk dan Think Pair Share dengan Problem Posing memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada model pembelajaran Problem-Based Learning, model pembelajaran Problem-Based Learning dengan Gallery Walk memberikan kemampuan pemecahan masalah yang sama baiknya dengan model pembelajaran Think Pair Share dengan Problem Posing, (2) peserta didik dengan self-confidence lebih tinggi mempunyai kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dari pada peserta didik dengan self-confidence lebih rendah, (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran dengan self-confidence terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik.</p>2025-12-05T15:55:54+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4533Pengembangan Media Pembelajaran “KADARA” untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Disabilitas2025-12-05T16:07:43+07:00Yenni Novita Harahapyenninovita17@gmail.comArmanila Armanilayenninovita17@gmail.com<p>Anak-anak dengan disabilitas intelektual sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar, terutama keterampilan berhitung, karena keterbatasan dalam berpikir abstrak, memori kerja, dan pemrosesan informasi. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan akademik dan kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Solusi pembelajaran konvensional yang diterapkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) seringkali kurang responsif terhadap kebutuhan individual siswa, sehingga dibutuhkan inovasi media pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital bernama Kadara (Kalkulasi Adaptif Ramah Disabilitas), yang memanfaatkan teknologi deep learning untuk menyesuaikan tingkat kesulitan soal berhitung dan gaya penyajian materi secara real-time berdasarkan performa dan respons siswa. Penelitian ini juga menekankan keberlanjutan implementasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall. Yang menjadi sampel pada penellitian ini adalah anak disabilitas intelektual ringan dengan umur 12 -15 tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan validasi ahli, respon guru, respon siswa, tes hasil belajar, serta observasi keterlibatan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran KADARA layak digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran numerasi bagi siswa dengan disabilitas intelektual. Secara keseluruhan, media KADARA terbukti dapat meningkatkan pengalaman belajar numerasi yang lebih interaktif dan menyenangkan</p>2025-12-05T16:07:43+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4638The Effectiveness of Circle Adventure Educational Game in Enhancing Student’s Problem-Solving Skills on Circle Topics among Grade XI2025-12-16T15:19:04+07:00I Made Artha Mulyasaartha.mulyasa@undiksha.ac.idI Putu Wisna Ariawanwisna.ariawan@undiksha.ac.idNi Nyoman Parwatinyoman.parwati@undiksha.ac.id<p>The development of game-based mathematics learning media serves as a strategic means of improving problem-solving skills among grade XI students in learning circle concepts. This research aims to produce RPG Maker MV-based learning media that is valid, practical and effective in improving problem solving for class XI circle material. This research uses a development method with the ADDIE model which consists of five stages, namely Analysis, Planning, Development, Implementation, and Evaluation. There are 2 (two) tests carried out, namely through formative evaluation with research success criteria, post-test and pre-test scores based on the N-Gain Test with the completeness criterion g≥30 and the Learning Goal Achievement Criteria with the completeness criterion X>40. Based on the media use effectiveness test, an N-Gain result of 0.60 was obtained with the medium category and the results of the Learning Goal Achievement Criteria with a percentage of 97.22% with the complete category based on a limited trial of 39 students of SMA Negeri 1 Singaraja.</p>2025-12-16T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4167Eksplorasi Konsep Geometri pada Rumah Bolon Batak Toba dan Permainan Engklek sebagai Media Pembelajaran Matematika Kontekstual2025-12-17T17:05:18+07:00Indah anastasya togatoropindahsimatupang20@gmail.comVera Wati Malauindahsimatupang20@gmail.comAswan Faisal Lumban Tobingindahsimatupang20@gmail.comMarlina Sinagaindahsimatupang20@gmail.comTanty Novelia Tariganindahsimatupang20@gmail.comBahtera R S Siahaanindahsimatupang20@gmail.comClara Theresia Lumantoruanindahsimatupang20@gmail.com<p>Matematika memegang peranan krusial dalam eksistensi manusia, matematika menjadi fondasi untuk mengasah kapabilitas penalaran logis, analitis, serta pemecahan persoalan. Salah satu metode yang efektif dalam menghubungkan konsep-konsep matematis dengan situasi riil adalah etnomatematika. Studi ini dirancang untuk menggali dan mengkaji prinsip-prinsip geometri yang terintegrasi dalam arsitektur Rumah Bolon Batak Toba dan dinamika pelaksanaaan permainan tradisional Engklek, yang kesemuanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif pembelajaran matematika yang relevan dengan konteks budaya setempat. Studi ini mengadopsi metodologi kualitatif melalui pendekatan etnografi, yang diaplikasikan melalui observasi dan pengumpulan dokumen pada dua subjek budaya. Temuan studi mengindikasikan bahwa Rumah Bolon dan Engklek keduanya menampilkan beragam bentuk geometris, termasuk persegi, persegi panjang, segitiga, dan trapesium. Modul-modul ini juga mencakup konsep-konsep seperti simetri, kesamaan, dan keseimbangan. Korespondensi dalam pola bentuk ini mengindikasikan penerapan prinsip-prinsip matematika secara naluriah dalam praktik budaya masyarakat. Penggabungan nilai-nilai budaya lokal ke dalam pendidikan matematika tidak hanya meningkatkan relevansi materi pembelajaran, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya. Oleh karena itu, Rumah Bolon dan Engklek dapat berfungsi sebagai sarana edukatif yang efisien untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai konsep geometri, sekaligus menjadi fondasi untuk pengembangan materi pembelajaran berbasis etnomatematika di masa depan.</p>2025-12-17T17:05:18+07:00##submission.copyrightStatement##