https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/issue/feed Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika 2026-07-15T15:28:44+07:00 Zulfah zulfahasni670@gmail.com Open Journal Systems <table class="data" width="100%" bgcolor="#d4ded1"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Journal title</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index">Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika</a><strong><br></strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Initials</td> <td width="80%">: <a title="Official Website Jurnal Pendidikan Tambusai" href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/index" target="_blank" rel="noopener">JC</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Frequency</td> <td width="80%">: <a href="https://j-cup.org/index.php/cendekia/about">3 issues per year (March, July, and November)</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;DOI</td> <td width="80%">: prefix 10.31004</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Print ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1511750839">2614-3038</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Online ISSN</td> <td width="80%">: <a href="http://u.lipi.go.id/1489632272">2579-9258</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Editor-in-chief</td> <td width="80%">: <a title="Google Scholar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=xIInaz4AAAAJ&amp;hl=en">Zulfah, M.Pd.</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Managing Editor</td> <td width="80%">: Aan Putra, M.Pd</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Publisher</td> <td width="80%">: <a title="Website Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai" href="http://universitaspahlawan.ac.id/id/">Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">&nbsp; &nbsp;Citation Analysis</td> <td width="80%">: <a title="Go to Google Scolar ID" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=oVZB2BcAAAAJ&amp;hl=en&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scolar</a></td> </tr> </tbody> </table> <p>&nbsp;</p> <hr> <div> <p>&nbsp;Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika is a journal on mathematics Education. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika (JC) is under the auspices of the Faculty of Education, Mathematics Education Program of the Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. The journal is registered with E-ISSN: 2579-9258 and P-ISSN: 2614-3038. JC is published three times a year. &nbsp;The journal publishes articles in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.</p> </div> <div id="journalDescription"> <table style="margin-top: 10px;" border="0"> <tbody> <tr> <td valign="top"> <div style="background-color: #f5f5f5; border: 1px dotted SeaGreen; padding-bottom: 6px; padding: 15px; display: inline-block;"> <ul> <ul> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1511750839&amp;1&amp;&amp;2017">2614-3038</a></em></strong>&nbsp;(print)</li> <li class="show"><strong><em>ISSN: <a href="http://www.issn.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1489632272&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2579-9258</a></em></strong>&nbsp;(online)</li> </ul> </ul> <img src="/public/site/images/zulfahasni/0001.jpg" width="275" height="194"></div> </td> </tr> </tbody> </table> </div> https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4894 Eksplorasi Strategi Komputasi Mental Siswa Kelas 7 Madrasah Tsanawiyah 2026-04-20T08:59:37+07:00 Erika Amelia 220205039@student.ar-raniry.ac.id Zulkifli Zulkifli zulkifli@ar-raniry.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan strategi komputasi mental pada operasi hitung penjumlahan dan perkalian bilangan bulat, diberikan dalam bentuk tes tertulis dan wawancara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui tes tertulis dan wawancara. Subjek dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em> berjumlah 3 siswa terdiri dari kemampuan tinggi, sedang dan rendah yang dilaksanakan di MTsN 1 Banda Aceh kelas 7(11). Analisis data pada penelitian melalui model Miles dan Huberman yang terdiri atas proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan mengungkapkan bahwa untuk menemukan strategi baru, perlu adanya pemahaman terhadap kepekaan angka dan pola bilangan, sehingga saat menyelesaikan soal akan ada cara alternatif yang dapat dilakukan. Subjek dengan kemampuan tinggi dapat melakukan penyelesaian soal dengan strategi komputasi mental, sedangkan subjek kemampuan sedang cenderung menggunakan cara algoritma bersusun, akan tetapi subjek yang kemampuan rendah justru mampu menggunakan ide baru dari komputasi mental namun belum konsisten dalam menerapkannya.</p> 2026-04-11T09:18:06+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4889 Pengembangan E-Modul Matematika Berbasis Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis 2026-05-07T05:03:57+07:00 Putri Siski Mayang putrisiskimayang@gmail.com Abdul Aziz abdulazizrbg@gmail.com Rohmat Suprapto rohmat@unimus.ac.id <p>Kemampuan komunikasi matematis siswa masih belum optimal, terutama pada materi statistika kelas VIII. Hal ini terlihat dari kesulitan siswa dalam menyampaikan gagasan matematika melalui tulisan, representasi visual, maupun penggunaan simbol-simbol matematis secara tepat. Salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan adalah pengembangan bahan ajar interaktif yang mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul matematika berbasis guided inquiry serta menilai tingkat kevalidan, kepraktisan, dan potensi peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui penggunaan e-modul tersebut. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan (R&amp;D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian melibatkan 3 validator ahli, yaitu ahli media, ahli materi, serta ahli konstruk dan isi, serta 16 siswa kelas VIII yang mengikuti uji coba terbatas. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan komunikasi matematis yang disusun mengacu pada indikator komunikasi matematis menurut NCTM (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli media 97%, ahli materi 90,03%, serta ahli konstruk dan isi 93,8%. Sementara itu, hasil angket respon siswa 76,25% dan respon guru 78,13% menunjukkan bahwa e-modul berada pada kategori praktis untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, hasil pretest dan posttest memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan rata-rata nilai n-gain sebesar 0,7 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, e-modul matematika berbasis guided inquiry yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, serta berpotensi meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa pada tahap uji coba terbatas.</p> 2026-05-07T05:03:57+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4902 Efektivitas Penggunaan Platform Blooket terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dan Kecemasan Belajar Matematika Siswa 2026-05-07T05:46:37+07:00 Qisty Aulia Nisa qistyaulianisa12@gmail.com Isna Rafianti qistyaulianisa12@gmail.com Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa qistyaulianisa12@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis disertai dengan kecemasan belajar matematika yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penggunaan platform Blooket terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis dan penurunan tingkat kecemasan belajar matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian mencakup 30 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan dari kelas X di SMAN 5 Kota Serang. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematis, angket kecemasan belajar matematika, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan pemahaman konsep matematis sebesar 39 poin dengan hasil N-Gain sebesar 61,9% dengan kriteria “cukup efektif”; (2) Terdapat penurunan yang signifikan pada kecemasan belajar matematika dari kategori tinggi menjadi rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan platform Blooket terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan menurunkan kecemasan belajar matematika siswa.</p> 2026-05-07T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4929 Analisis Model Rasch pada Instrumen Motivasi Belajar Matematika untuk Siswa SMP 2026-05-07T06:14:15+07:00 Putri Solehah putrisolehah585@gmail.com Syamsuri Syamsuri syamsuri@untirta.ac.id Anwar Mutaqin anwar_mutaqin@untirta.ac.id <p>Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika. Untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa secara tepat, diperlukan instrumen dengan kualitas yang baik serta telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian instrumen motivasi belajar matematika di Indonesia telah banyak dilakukan, namun belum banyak penelitian yang mengulas secara mendalam instrumen yang digunakan menggunakan <em>item response theory</em>. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui butir-butir instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur instrumen motivasi belajar matematika siswa SMP menggunakan model Rasch. Penelitian ini dilakukan pada 415 siswa SMP dari sekolah negeri dan swasta di Kota Serang dengan menggunakan teknik <em>multistage random sampling</em>. Analisis data menggunakan model Rasch yang didukung oleh perangkat lunak JMetrik. Hasil penelitian menunjukkan dari 19 butir pernyataan, terdapat 16 butir yang valid dan sesuai dengan model Rasch sedangkan 3 butir lainnya tidak memenuhi kriteria valid, skala penilaian berfungsi dengan baik, reliabilitas berada pada kategori tinggi (item = 0,9931, person = 0,8526). Hasil analisis juga menunjukkan instrumen memiliki ketepatan pengukuran yang baik dalam membedakan siswa dengan tingkat motivasi belajar matematika yang relatif rendah hingga menengah. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa instrumen motivasi belajar matematika dengan 16 butir dapat digunakan untuk mengukur motivasi belajar matematika siswa SMP.</p> 2026-05-07T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4935 Efektivitas Media Game Edukatif terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Materi Persamaan Garis Lurus Siswa SMP 2026-05-07T06:31:04+07:00 Ade Ziyana Walidah Fatma 22310056@upgris.ac.id Aryo Andri Nugroho 22310056@upgris.ac.id Noviana Dini Rahmawati 22310056@upgris.ac.id <p>Penguasaan konsep esensial dalam matematika sering kali terhambat oleh karakteristik materi yang abstrak, seperti Persamaan Garis Lurus (PGL). Penelitian ini mengkaji efektivitas <em>game</em> edukasi berbasis situs web, "Petualangan Telur Dinosaurus", dalam memacu pemahaman konsep pada siswa kelas VIII. Dengan menggunakan metodologi eksperimen semu (<em>Post-test Only Control Group</em>), data dihimpun dari 64 siswa di SMP Negeri 9 Semarang. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi, di mana kelompok eksperimen mencatatkan rerata nilai 83,82 melampaui Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) 80 secara signifikan (Sig. 0,046). Uji <em>independent sample t-test</em> mempertegas adanya disparitas hasil belajar yang nyata dibandingkan kelas kontrol (Sig. 0,015). Meskipun motivasi belajar hanya menyumbang pengaruh sebesar 7,5%, <em>game</em> ini terbukti menjadi instrumen instruksional yang solutif untuk mereduksi hambatan kognitif serta mengoptimalkan penguasaan materi PGL di jenjang SMP.</p> 2026-05-07T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4937 Penerapan Model Project Based Learning Berbasis Etnomatematika dalam Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar 2026-05-07T06:50:10+07:00 Agustina Mei meiagistina612@gmail.com Finsensius Yesekiel Naja naja.finsensius@gmail.com Dominikus Djago Djoa dominikusdjoa.uniflor@gmail.com <p>Kemampuan berpikir kritis merupakan ketrampilan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar, namun proses pembelajaran disekolah belum merangsang siswa untuk berpikir kritis, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan <strong>model project-based learning berbasis etnomatematika</strong> untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode <strong>Research and Development (R&amp;D)</strong> dengan mengadaptasi model Borg dan Gall. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba, dan uji keefektifan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan tes kemampuan berpikir kritis. Hasil Validasi menunjukkan bahwa modul ajar sangat valid dengan skor 88,5. Kepraktisan dinilai dari angket respon guru (96%). Kefektifan modul ajar dilihat dari nilai p yang signifikan (p &gt; 0,05) dengan pola distribusi normal. Sedangkan N-gain score menunjukkan rentang nilai antara, dengan rata-rata sebesar 78-87 dan standar deviasi sebesar 1.225. Hal ini menunjukkan bahwa responden secara keseluruhan memiliki skor gain yang relatif tinggi dan variabilitas yang rendah, sehingga modul ajar dinyatakan efektif. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa modul ajar dan LKPD yang dikembangkan dengan menggunakan model <em>project-based learning</em> berbasis etnomatematika dapat dinyatakan valid, praktis dan efektif dan dapat meningkatkan berpikir kritis siswa sekolah dasar</p> 2026-05-07T06:50:10+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4728 Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa pada Kelas XI MAN 1 Deli Serdang 2026-05-17T07:53:49+07:00 Ifni Khoiriah Siregar siregarifni@gmail.com Ramadhani Ramadhani ifnikhoiriahsiregar@umnaw.ac.id <p>Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep matematika. Dalam penelitian Aksi Kelas (CAR) dua bagian ini, tiga puluh tiga siswa kelas sepuluh MAN 1 Deli Serdang berpartisipasi. Lembar observasi dan tes kemampuan menghubungkan konsep matematika digunakan sebagai alat bantu. Peningkatan kelengkapan klasik dari 27,28% menjadi 87,88% dan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 1,77 menjadi 2,29 dan 3,19 ditunjukkan oleh hasil penelitian. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menghubungkan konsep matematika meningkat di bawah paradigma Pembelajaran Berbasis Masalah.</p> 2026-05-17T07:53:49+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4922 Analisis Efektivitas Mobile Seamless Learning (MSL) Sebagai Inovasi Pembelajaran Matematika: Systematic Literature Review 2026-05-17T08:02:11+07:00 Ni Kadek Tina Santika Dewi tinasantikadewi@gmail.com Made Juniantari tina@student.undiksha.ac.id Ni Made Sri Mertasari tina@student.undiksha.ac.id I Made Suarsana tina@student.undiksha.ac.id <p>Pembelajaran matematika masih menghadapi beragam tantangan, terutama dalam meningkatkan keterlibatan, kemandirian, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi murid akibat keterbatasan waktu pembelajaran serta karakteristik materi matematika yang abstrak. Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, Mobile Seamless Learning (MSL) mulai banyak diterapkan sebagai inovasi dalam pembelajaran matematika. Namun, berbagai hasil penelitian mengenai efektivitas MSL masih tersebar dan belum dirangkum secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan serta efektivitas Mobile Seamless Learning (MSL) dalam mendukung inovasi pembelajaran matematika melalui pendekatan Systematic Literature Review. Penelitian dilakukan dengan mengacu pada protokol PRISMA yang meliputi tahap identification, screening, eligibility, dan inclusion. Sumber data berasal dari artikel ilmiah terindeks SINTA, Scopus, DOAJ, dan ERIC yang diterbitkan pada tahun 2021–2026 melalui penelusuran Google Scholar dengan bantuan Publish or Perish. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 9 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mobile Seamless Learning (MSL) memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar, motivasi, keterlibatan, keterampilan metakognitif, dan self-regulated learning murid. Selain itu, MSL mendukung pembelajaran yang berlangsung secara berkelanjutan lintas konteks melalui integrasi pembelajaran formal dan informal berbasis teknologi mobile. Pendekatan ini juga membantu murid membangun pengetahuan secara aktif, belajar dengan lebih fleksibel, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, Mobile Seamless Learning (MSL) dapat dipandang sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk mendukung pembelajaran matematika di era digital</p> 2026-05-17T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4941 Systematic Literature Review: Analisis Integrasi ChatGPT dalam Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP 2026-05-17T08:13:33+07:00 Nova Safitri syehanova@gmail.com Heni Pujiastuti syehanova@gmail.com Yani Setiani syehanova@gmail.com <p>Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP masih tergolong rendah, yang dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional sehingga belum optimal dalam mendorong keterlibatan aktif siswa maupun pengembangan keterampilan berpikir analitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari fitur-fitur Implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), serta bagaimana integrasi ChatGPT dalam model tersebut mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Data diperoleh melalui Google Scholar dan Publish or Perish. Dari 92 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi, tahun publikasi (2021–2025), dan kualitas metodologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan kontekstual sehingga berkontribusi pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis. Sementara itu, integrasi ChatGPT dalam PBL memberikan dukungan berupa umpan balik instan, bantuan analisis masalah, serta penyajian langkah penyelesaian yang lebih sistematis, yang berdampak pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah, penalaran, dan motivasi belajar siswa. Pada jenjang SMP, penerapan PBL membutuhkan scaffolding yang lebih terstruktur sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, sehingga integrasi ChatGPT dalam PBL menjadi pendekatan yang efektif dalam mendukung proses pembelajaran matematika.</p> 2026-05-17T08:13:33+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4910 Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa dalam Mata Kuliah Statistik Matematika Berdasarkan Tipe Kepribadian Judging dan Perceiving 2026-05-17T08:21:41+07:00 Silvia Neltiana silvianeltiana0506@gmail.com Nur Rusliah silvianeltiana0506@gmail.com <p>Kemampuan pemecahan masalah merupakan penguasaan penting dalam pembelajaran matematika, namun masih dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik individu, termasuk tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pada mata kuliah statistik matematika ditinjau dari tipe kepribadian judging dan perceiving. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari empat mahasiswa Program Studi Tadris Matematika Institut Agama Islam Negeri Kerinci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu dua mahasiswa bertipe kepribadian judging dan dua mahasiswa bertipe kepribadian perceiving. Instrumen yang digunakan yakni angket MBTI, tes kemampuan pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tipe kepribadian judging menunjukkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dengan rata-rata persentase sebesar 77%, dengan capaian tinggi pada tahap memahami masalah 88%, menyusun rencana 88%, dan melaksanakan rencana 100%, namun masih rendah pada tahap memeriksa kembali 32%. Sementara itu, mahasiswa dengan tipe kepribadian perceiving memperoleh rata-rata kemampuan sebesar 64%, dengan persentase pada tahap memahami masalah 62%, menyusun rencana 77%, melaksanakan rencana 100%, dan memeriksa kembali 16%. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tipe kepribadian judging cenderung lebih baik dalam menyelesaikan masalah dibandingkan mahasiswa dengan tipe kepribadian perceiving. Dengan demikian, tipe kepribadian berperan dalam mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa dalam pembelajaran statistik matematika.</p> 2026-05-17T08:21:41+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4915 Analisis Tabel Mortalitas Penduduk Indonesia (TMPI) 2023: Pendekatan Survival, Valuasi Aktuaria, dan Evaluasi Actual-to-Expected (A/E) Ratio 2026-05-18T22:28:25+07:00 M. Shadri Ismaun Lubis shadriismaun123@gmail.com Hafiz Khalik Lubis shadriismaun123@gmail.com Gizka Triyunita Sinaga shadriismaun123@gmail.com <p>Asumsi mortalitas yang tepat merupakan fondasi perhitungan premi dan cadangan asuransi jiwa; namun belum ada penelitian yang secara bersamaan menghubungkan pemodelan survival, valuasi aktuaria komprehensif, dan evaluasi kualitas tabel menggunakan TMPI 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis TMPI 2023 yang diterbitkan BPJS Kesehatan melalui kerangka enam tahap terintegrasi mencakup pemodelan fungsi survival ( ) dan force of mortality ; valuasi anuitas jiwa diskrit dan kontinu ( ); valuasi asuransi jiwa seumur hidup ( ); pembentukan premi bersih berdasarkan prinsip ekuivalens; formulasi nilai tebus; serta perhitungan cadangan prospektif &nbsp;via 2 rekursi Thiele dengan stress test berbasis Actual-to-Expected (A/E) Ratio. Data sekunder TMPI 2023 dianalisis menggunakan Python dengan asumsi suku bunga = 6,00% (BI Rate Desember 2023) dan asumsi UDD (Uniform Distribution of Deaths). Usia harapan hidup perempuan ( &nbsp;= 78,37 tahun) lebih tinggi 4,63 tahun dari laki-laki ( &nbsp;= 73,74 tahun), menghasilkan selisih premi bersih 22,6% (Rp 6.818,78 vs. Rp 8.360,86 per Rp 1.000.000). Evaluasi A/E Ratio 2018-2022 mengungkap excess mortality neonatal yang persisten (puncak 2020: LK=2,76; PR=2,80) dan rata-rata A/E lima tahun di bawah satu untuk kedua gender, mengindikasikan longevity risk sistemik. Stress test menghasilkan deviasi cadangan hingga -5,57% pada tahun polis ke-29, mengonfirmasi bahwa TMPI 2023 tanpa kalibrasi pengalaman aktual cenderung over-reserved jangka panjang namun under-reserved pada usia neonatal, dengan implikasi langsung bagi kecukupan solvabilitas industri asuransi jiwa Indonesia.</p> 2026-05-18T22:28:25+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4882 Analisis Resiko Inflasi Ekstrem di Indonesia Menggunakan Extreme Xalue Theory (POT-GPD) dan Exponentially Weighted Moving Average (EWMA) 2026-05-19T09:50:06+07:00 Siti Sholikhatul Janah siti.22067@mhs.unesa.ac.id A'yunin Sofro ayuninsofro@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja metode Extreme Value Theory dengan pendekatan Peak Over Threshold–Generalized Pareto Distribution (POT–GPD) dan metode Exponentially Weighted Moving Average (EWMA) dalam mengukur risiko inflasi ekstrem di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data inflasi bulanan (month-to-month) periode Januari 1979 hingga Agustus 2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, kemudian ditransformasikan menjadi return inflasi. Pendekatan POT–GPD digunakan untuk memodelkan nilai ekstrem dengan penentuan threshold melalui Mean Residual Life plot dan estimasi parameter menggunakan Maximum Likelihood Estimation. Metode EWMA digunakan untuk memodelkan volatilitas dinamis dengan parameter peluruhan λ = 0,94. Pengukuran risiko dilakukan menggunakan Value at Risk (VaR) pada tingkat kepercayaan 95%, 99%, dan 99,5%, serta dievaluasi menggunakan tingkat pelanggaran VaR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VaR POT–GPD menghasilkan estimasi risiko yang lebih konservatif pada tingkat kepercayaan tinggi dengan proporsi pelanggaran yang lebih mendekati nilai teoritis dibandingkan EWMA. Metode EWMA mampu menangkap dinamika volatilitas secara adaptif, namun cenderung kurang akurat dalam memodelkan risiko pada bagian ekor distribusi. Dengan demikian, metode POT–GPD lebih unggul dalam mengestimasi risiko inflasi ekstrem di Indonesia.</p> 2026-05-19T09:50:06+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4955 Kerangka Matematis Dinamis dalam Analisis Keseimbangan Pasar Beras di Indonesia: Pendekatan Fungsi Linear Permintaan–Penawaran dan Stabilitas Sistem 2026-05-19T10:57:07+07:00 Firda Alfiana Patricia firdaalfianapatricia@uibu.ac.id Novi Eko Prasetyo noviekoprasetyo@uibu.ac.id <p>Beras merupakan komoditas pangan utama di Indonesia sehingga dinamika pasarnya sangat penting bagi ketahanan pangan dan stabilitas harga. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka matematis dinamis untuk menganalisis keseimbangan pasar beras melalui integrasi fungsi permintaan–penawaran linear dengan mekanisme penyesuaian harga. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memperluas model keseimbangan statis menjadi sistem dinamis berbasis persamaan diferensial, dengan parameter yang diestimasi menggunakan data time series sekunder melalui regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan harga keseimbangan sebesar Rp13.640/kg dan jumlah keseimbangan sebesar 23,63 juta ton yang konsisten dengan kondisi empiris. Analisis stabilitas membuktikan bahwa keseimbangan bersifat stabil asimtotik, sehingga harga akan konvergen menuju titik keseimbangan dari berbagai kondisi awal. Permintaan beras bersifat inelastis, yang menunjukkan rendahnya respons konsumsi terhadap perubahan harga. Analisis kesejahteraan menunjukkan bahwa keseimbangan memaksimalkan surplus total sehingga memenuhi efisiensi Pareto. Analisis komparatif juga menunjukkan bahwa guncangan pada sisi penawaran, khususnya akibat variasi produksi dan faktor iklim, berpengaruh signifikan terhadap dinamika harga. Penelitian ini menawarkan kerangka terpadu antara model statis dan dinamis yang meningkatkan kekuatan analisis pasar pangan. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan stabilisasi pasokan untuk menjaga stabilitas harga beras di Indonesia.</p> 2026-05-19T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4938 Efektivitas Penggunaan Aplikasi Desmos Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fungsi Kuadrat di SMA 2026-05-20T11:32:25+07:00 Azira Monika Putri aziramonikaputri@gmail.com Laswadi Laswad laswadi81@gmail.com <p>Pembelajaran matematika, khususnya materi fungsi kuadrat, sering dianggap sulit oleh siswa karena bersifat abstrak dan membutuhkan kemampuan visualisasi yang baik. Salalı satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti aplikasi Desmos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Desmos berbasis smartphone sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep materi fungsi kuadrat pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen senu (quasi eksperimen) dan desain non-equivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Sungai Penuh yang berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep (pretest dan posthat), lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest siswa sebesat 51,23 meningkat menjadi 82,33 pada posttest. Hasil analisis N-Gala sebesar 0,65 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan antusias selama pembelajaran, sexta hasil angket menunjukkan respon positif siswa terhadap penggunaan aplikasi Desmos. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Desmos berbasis smartphone efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep fungsi kuadrat siswa SMA.</p> 2026-05-20T11:32:25+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4911 Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI TKJ 3 SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru 2026-05-26T10:23:50+07:00 Ummuna Ummuna Rafli ummuna.rafli4283@student.ac.id Maimunah Maimunah ummuna.rafli.4283@student.unri.ac.id Nahor Murani Hutapea ummuna.rafli.4283@student.unri.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI TKJ 3 SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Hasil tes awal menunjukkan sebagian besar siswa belum mampu melakukan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan soal rutin, serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL). Metode penelitian yag digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 29 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis secara kuantitatif berdasarkan hasil tes pada setiap indikator berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta berdiskusi, bekerja sama, dan mempresentasikan hasil. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, ditandai dngan bertambahnya jumlah siswa pada kualifikasi baik dari 0 pada tes awal menjadi 10 orang pada siklus II, serta tidak adanya siswa pada kualifikasi kurang sekali.</p> 2026-05-26T10:23:50+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4898 Profil Pemahaman Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Determinan Matriks 2026-06-03T20:25:50+07:00 Oyafianus Rindu avilatameon7@gmail.com Kristoforus Djawa Dong dollaoyan@gmail.com Yohanes Ovaritus Jagom dollaoyan@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemahaman mahasiswa dalam menyelesaikan soal determinan matriks berdasarkan teori pemahaman instrumental dan relasional. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dari semester 3, 5, dan 7 yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis soal uraian determinan matriks dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas subjek cenderung memiliki pemahaman instrumental. Hal ini ditunjukkan dengan kemampuan mahasiswa menerapkan metode Sarrus atau ekspansi kofaktor secara prosedural, namun gagal menjelaskan alasan logis penggunaan metode tersebut serta mengalami kesulitan signifikan saat menghadapi soal yang melibatkan variabel aljabar daripada angka numerik. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep mahasiswa masih terbatas pada keterampilan algoritma rutin dan belum mencapai kedalaman pemahaman relasional yang memungkinkan penyelesaian masalah secara kreatif.</p> 2026-05-07T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4873 Perbandingan Pendekatan Deep Learning dan Contextual Learning Berbantuan Geogebra Pada Mata Kuliah Geometri Analitik Bidang dengan Asesmen Numerasi 2026-06-05T10:57:37+07:00 Bettri Yustinaningrum bettri_yustinaningrum@yahoo.com Mar'atus Sholihah maratussholihah@uinsatu.ac.id <p>Geometri analitik bidang merupakan mata kuliah yang diwajibkan bagi mahasiswa semester III program studi TMT. Geometri analitik bidang lebih banyak diajarkan dengan ceramah tanpa pengaitan dengan kehidupan nyata. Padahal mata kuliah geometri analitik bidang banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang seperti mesin, fisika, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan pendekatan <em>deep learning</em>, <em>kontektual learning</em>, dan konvensional dengan menggunakan assesmen numerasi. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis <em>quasi eksperimen</em> dan desain <em>postest only with nonequivalent groups</em>. Metode pengumpulan data menggunakan tes numerasi dengan analisis data one away anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil numerasi dari ketiga pendekatan. Pendekatan <em>deep learning</em> berbeda signifikan berdasarkan nilai mean dan p-value dibanding dengan pendekatan kontekstual dan konvensional.</p> 2026-06-05T10:57:37+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4933 Pemahaman Konsep Mahasiswa Ditinjau dari Kemampuan Menyelesaikan Persamaan Diferensial Homogen 2026-06-15T10:31:43+07:00 Cut Najwa Aulia cutnajwa942@gmail.com Lukman Hakim Laia lukmanhakim18042020@gmail.com Nisa Rahmaddani nisarahmadani2210@gmail.com Putri Febriani febrianip036@gmail.com Zaini Tia Rizky Munte zaini1122378@gmail.com Ade Andriani adeandriani@unimed.ac.id <p>Pemahaman konsep matematika, khususnya pada materi persamaan diferensial homogen, sangat penting dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pemahaman mahasiswa dalam menyelesaikan soal persamaan diferensial homogen. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan sebagai subjek. Data diperoleh melalui angket dan tes berdasarkan indikator pemahaman konsep dari depdiknas (2006). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami definisi dan bentuk umum persamaan diferensial homogen, serta mampu menentukan langkah awal penyelesaian dengan tepat. Namun, masih terdapat mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi ciri khas dan memberikan contoh konsep secara benar. Secara keseluruhan, proses pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa, namun diperlukan penguatan melalui latihan dan diskusi mendalam agar pemahaman konsep lebih mendalam dan mampu menyelesaikan soal yang lebih kompleks.</p> 2026-06-05T11:19:43+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4943 Integrasi Problem-based learning dalam Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis 2026-06-05T11:57:19+07:00 Siti Nurhalimah 2225220059@untirta.ac.id Isna Rafianti snurhalimah730@gmail.com Etika Khaerunnisa snurhalimah730@gmail.com <p>Kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan melatarbelakangi penelitian ini. Pada pembelajaran di sekolah, mayoritas pendidik masih menggunakan metode ceramah dan buku teks konvensional sebagai media pembelajaran. hal tersebut memicu rendahnya partisipasi siswa dan membuat siswa merasa jenuh. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Android dengan menerapkan model PBL yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metode Research &amp; Development dengan model ADDIE yang meliputi analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah SMA di Cilegon. Lokasi penelitian dilakukan di salah satu SMA di Cilegon dengan melibatkan tiga ahli materi, tiga ahli media, seorang guru matematika, serta 33 peserta didik kelas XI. Penilaian dari ahli materi memperoleh persentase 94,44% (sangat valid), uji ahli media memperoleh persentase 88,10% (sangat valid), respon siswa 88,98%(sangat praktis) dan respon guru 86,25% (sangat praktis). Hasil tes kemampuan pemecahan masalah 75,67%(efektif), sebanyak 25 dari 33 siswa tuntas. Berdasarkan hasil penilaian media pembelajaran dengan <em>problem-based learning</em> berbasis android layak diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran matematika khususnya materi lingkaran.</p> 2026-06-05T11:57:19+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4984 Tinjauan Sistematis Model Flipped Classroom terhadap Pemahaman Konsep Matematis 2026-06-08T10:21:46+07:00 Made Yeni Mardani yeni.mardani@student.undiksha.ac.id I Made Ardana yeni.mardani@student.undiksha.ac.id <p>Pemahaman konsep matematis telah menjadi keterampilan esensial pada abad ke-21 yang menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Merespons tuntutan tersebut, berbagai institusi pendidikan mulai mengintegrasikan model Flipped Classroom untuk memaksimalkan aktivitas kognitif tingkat tinggi selama waktu tatap muka di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis mengenai penerapan model Flipped Classroom dalam pendidikan matematika, dengan berfokus pada pendekatan pembelajaran yang diintegrasikan serta hubungannya dengan pemahaman konsep matematis. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan ERIC untuk rentang publikasi tahun 2021 hingga April 2026, yang menghasilkan 1.188 artikel. Melalui pedoman PRISMA dan evaluasi kelayakan kualitas metodologi, sebanyak tujuh artikel final terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis konten menunjukkan bahwa: (1) penelitian didominasi oleh metode kuantitatif kuasi-eksperimen yang berfokus pada mahasiswa dan siswa sekolah menengah, tanpa adanya temuan di tingkat sekolah dasar; (2) fase prakelas difasilitasi oleh platform e-learning, video, dan asisten kecerdasan buatan (AI), sedangkan sesi tatap muka mengintegrasikan pendekatan tutor sebaya (peer-teaching), pemodelan, dan Think-Aloud; serta (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penerapan Flipped Classroom dengan peningkatan pemahaman konsep matematis. Keterbatasan utama dalam tinjauan ini meliputi jumlah literatur akhir yang kecil (tujuh artikel) sehingga membatasi daya generalisasi, ketiadaan studi pada jenjang sekolah dasar, dan potensi bias publikasi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi fase prakelas dan tatap muka secara sinergis.</p> 2026-06-06T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4986 Penerapan Model Osborn dalam Pembelajaran Matematika Materi Bentuk Aljabar di Kelas VII SMP Negeri 3 Tondano 2026-06-08T10:24:57+07:00 Leonardus Turang leonardusturang@gmail.com Cori Pitoy cory_pitoy@unima.ac.id James Mangobi jamesmangobi@unima.ac.id <p>Kesulitan siswa memahami konsep aljabar menjadi latar belakang penelitian ini sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar setelah diterapkan model Osborn lebih baik dari model pembelajaran langsung pada materi bentuk aljabar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain Posttest Only Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis berupa 5 soal uraian. Sampel diambil dari 2 kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas kontrol dengan 22 siswa dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan 22 siswa, dipilih menggunakan teknik random sampling setelah dilakukan uji homogenitas dan uji kesamaan. Teknik analisis data menggunakan uji-t sampel independen. Validitas instrumen diverifikasi oleh validator ahli meliputi dosen dan guru matematika. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (88,73) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol (77,59), dengan t<sub>hitung</sub> = 21,35 &gt; t<sub>tabel</sub>= 2,018 pada α = 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model Osborn secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bentuk aljabar dibandingkan model pembelajaran langsung.</p> 2026-06-08T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4990 Kajian Literatur Sistematis tentang Integrasi Budaya Lokal dalam Asesmen Numerasi Sekolah Dasar 2026-06-08T10:43:51+07:00 Agnes Teresa Panjaitan agnesteresapanjaitan@fkip.uncen.ac.id Elsi Sirampun sirampunelsi@gmail.com <p>Berbagai penelitian terkait asesmen numerasi sekolah dasar memperlihatkan bahwa unsur budaya lokal masih jarang dijadikan landasan dalam merancang instrumen evaluasi numerasi siswa. Studi ini dilakukan untuk menelaah kecenderungan penelitian sebelumnya mengenai pemanfaatan budaya lokal dalam asesmen numerasi sekolah dasar sekaligus menemukan ruang pengembangan instrumen yang lebih kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan semi-systematic literature review melalui penelusuran artikel ilmiah pada <em>Google Scholar</em> dan berbagai sumber akademik lain yang relevan. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi tahun publikasi, relevansi topik, dan kelengkapan sumber sehingga diperoleh 15 artikel utama untuk dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada pengembangan perangkat pembelajaran berbasis budaya lokal dibandingkan pengembangan instrumen asesmen numerasi. Selain itu, integrasi antara standar numerasi internasional seperti <em>Programme for International Student Assessment</em> (PISA), kebijakan nasional melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), dan konteks budaya lokal masih belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyusunan instrumen penilaian numerasi yang memanfaatkan konteks budaya daerah diperlukan agar proses evaluasi lebih dekat dengan pengalaman belajar siswa sekolah dasar.</p> 2026-06-08T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5087 Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah Terintegrasi STEM pada Materi Aritmatika Sosial 2026-06-09T12:17:33+07:00 Elsa Noviyanti Br Sinaga elsasinaga002@gmail.com Rizky Ananda rananda19juli04@gmail.com Lukman Hakim Laia lukmanhakim18042020@gmail.com Hany Mory Ferbiona Br Purba hanybrpurba@gmail.com Naomi Tirta Bertua Serepina Tobing naomitobing635@gmail.com Anggi Wandini anggiwandini010@gmail.com Putri Aprilisia Simbolon aprilisiasimbolon@gmail.com Maigani Maigani maiganisembiring@gmail.com Michael Christian Simanullang michaelsimanullang@unimed.ac.id Bornok Sinaga bornok@unimed.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan<br>pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) terintegrasi STEM pada materi aritmatika sosial.<br>Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di UPT SMP Negeri 27 Medan<br>dengan subjek siswa kelas VII-5. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest yang disusun berdasarkan<br>enam indikator kemampuan berpikir kritis menurut Facione, yaitu interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi,<br>eksplanasi, dan regulasi diri. Selain itu, penelitian juga mengembangkan perangkat pembelajaran berupa materi<br>berbasis masalah, LKPD terintegrasi STEM, serta media berbasis web HTML “Simulator Aritmatika Sosial”.<br>Validitas instrumen dianalisis menggunakan indeks Aiken’s V dan memperoleh kategori valid pada seluruh aspek<br>penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kondisi awal berada pada<br>kategori rendah dengan persentase keseluruhan sebesar 58,65%. Setelah penerapan pembelajaran berbasis masalah<br>terintegrasi STEM, terjadi peningkatan pada seluruh indikator kemampuan berpikir kritis. Indikator interpretasi<br>mencapai 61,2% dan inferensi mencapai 60,42% dengan kategori sedang, sedangkan indikator lainnya berada pada<br>kategori rendah namun tetap mengalami peningkatan dibanding kondisi awal. Hasil penelitian menunjukkan<br>bahwa pembelajaran berbasis masalah terintegrasi STEM memberikan dampak positif terhadap kemampuan<br>berpikir kritis siswa karena mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan<br>menyelesaikan masalah kontekstual secara kolaboratif dan bermakna.</p> 2026-06-09T12:17:33+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4647 Etnomatematika: Analisis Literatur Review Pola Bilangan Motif Batik Jawa Barat terhadap Penguatan Karakter Siswa SD 2026-06-12T18:29:12+07:00 Imas Indah Mutiara imas.mutiara@ubkarawang.ac.id Intan Rozana intan.irz@bsi.ac.id Tarpan Suparman imas.mutiara@ubkarawang.ac.id <p>Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai filosofis tetapi juga mengandung unsur matematis. Etnomatematika hadir sebagai jembatan pedagogis yang memanfaatkan konteks budaya lokal, seperti motif Batik Sunda (Jawa Barat), untuk pembelajaran matematika sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis literatur mengenai potensi etnomatematika berbasis pola bilangan pada motif batik Jawa Barat sebagai sarana penguatan karakter siswa Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian menggunakan analisis literatur sistematis terhadap 22 artikel ilmiah. Hasil analisis menunjukkan justifikasi teoritis yang kokoh, didasarkan pada tiga temuan utama. Pertama, validitas konsep matematika, khususnya pola bilangan (barisan ganjil dan aritmetika), terkonfirmasi secara eksplisit dalam motif Batik Garut dan Mega Mendung. Kedua, terdapat keselarasan kuat antara tujuan etnomatematika dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), dengan nilai dominan yang diidentifikasi adalah nasionalisme atau cinta budaya. Ketiga, teridentifikasi dua mekanisme penguatan karakter: (1) melalui filosofi motif (konten), seperti nilai kerja keras dan kebijaksanaan; dan (2) melalui proses pembelajaran (proses) yang menumbuhkan rasa ingin tahu, ketelitian, dan kejujuran. Disimpulkan bahwa etnomatematika pola bilangan batik Jawa Barat memiliki potensi kuat untuk penguatan karakter siswa SD. Penelitian ini merekomendasikan pergeseran dari studi eksplorasi ke Research &amp; Development (R&amp;D) untuk mengembangkan bahan ajar praktis, serta perlunya pelatihan bagi guru untuk mengintegrasikan filosofi batik dalam pembelajaran.</p> 2026-06-12T18:29:12+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4995 Pola Pikir Bertumbuh dalam Pembelajaran Matematika: Studi pada Mahasiswa Calon Guru melalui Lesson Study 2026-06-12T19:40:35+07:00 Ratri Asmaya Puspa asmayartr@gmail.com Rastina Kurniasari rstinania25@gmail.com Mochamad Lukman Hakim mochamadlukman50@gmail.com Surya Sari Faradiba suryasarifaradiba@unisma.ac.id Miftahul Khasan miftahulkhasan4@gmail.com Siti Ambarwati siti.ambarwaty@gmail.com <p>This study aims to analyze the growth mindset of prospective mathematics teachers based on learning transcripts from Lesson Study activities on quadratic equations. A qualitative case study approach with thematic analysis was employed to examine classroom interactions, focusing on responses to errors, learning strategies, effort, and teacher feedback. The findings indicate that a growth mindset began to emerge through several key indicators: acceptance of mistakes as part of the learning process, active cognitive engagement such as asking clarification questions, constructive process-oriented feedback from teachers, and collaborative group discussions. However, the study also identified inconsistent pedagogical practices, particularly the use of generalized negative feedback focusing solely on final answers, which potentially reinforces a fixed mindset. The results highlight that while Lesson Study provides an effective collaborative platform for developing a growth mindset, strengthening pedagogical communication competence is essential for prospective teachers to consistently apply growth mindset principles. This study contributes empirical evidence on how growth mindset manifests in authentic classroom settings and underscores the importance of reflective practices in teacher education.</p> 2026-06-12T19:40:35+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4965 Eksplorasi Etnomatematika Layangan Bebean Bali sebagai Sumber Pembelajaran Matematika Kontekstual 2026-06-13T09:20:09+07:00 Putu Natha Wira Utama natha@student.unikdhsa.ac.id I Made Suarsana natha@student.unikdhsa.ac.id Kadek Ayu Mutiara Pratiwi natha@student.unikdhsa.ac.id I Made Suarsana natha@student.unikdhsa.ac.id <p>Matematika sering diajarkan secara abstrak di sekolah sehingga siswa sulit memahami konsepnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika dalam proses pembuatan layangan bebean Bali dan mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual, yaitu mengamati langsung praktik budaya dari tiga video tutorial pembuatan layangan bebean di YouTube. Data dianalisis melalui reduksi data, pemberian kode, dan penafsiran. Hasil penelitian menemukan delapan konsep matematika yang terintegrasi secara alami dalam proses pembuatan layangan, yaitu: garis dan sudut, pengukuran panjang dan satuan, bangun datar dan luas, teorema Pythagoras, simetri lipat dan refleksi, perbandingan dan skala, keliling dan penjumlahan, serta trigonometri sederhana. Konsep-konsep ini dipraktikkan secara intuitif oleh para perajin tanpa melalui pendidikan formal, yang menegaskan bahwa matematika tumbuh dari aktivitas budaya masyarakat. Simpulannya, layangan bebean Bali memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika yang bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan uji coba langsung di lapangan dan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis layangan bebean.</p> 2026-06-13T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4680 Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP dalam Implementasi Kurikulum Merdeka 2026-06-20T15:30:23+07:00 Benedikta Zega ditazega46@gmail.com Netti Kariani Mendrofa ditazega46@gmail.com Sadiana Lase ditazega46@gmail.com Yakin Niat Telaumbanua ditazega46@gmail.com <p>Penelitian ini didasari oleh pengamatan di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih sangat lemah, ditambah dengan kurangnya modul pembelajaran matematika yang dirancang khusus untuk siswa kelas delapan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis <em>Problem Based Learning</em> yang valid, praktis, dan efektif guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian dan pengembangan (R&amp;D) dengan menerapkan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap utama: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Peserta penelitian adalah 32 siswa kelas VIII di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. Data yang dikumpulkan meliputi data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh melalui instrumen seperti kuesioner dan tes. Berdasarkan hasil penelitian, modul yang dihasilkan memenuhi persyaratan kelayakan setelah dievaluasi dari segi desain, bahasa, dan validitas isi. Selain itu, modul tersebut memperoleh nilai kepraktisan sebesar 87,14% berdasarkan penilaian guru dan 91,46% berdasarkan respons siswa, yang menunjukkan bahwa modul tersebut sangat praktis. Berdasarkan hasil evaluasi tes, tingkat penguasaan materi siswa mencapai 90,6% dan masuk dalam kategori “sangat efektif”, serta tingkat rata-rata keterampilan berpikir kritis matematika siswa sebesar 82,34 dan masuk dalam kategori “sangat baik”. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran berbasis <em>problem based learning</em> yang dibuat berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika.</p> 2026-06-20T15:30:23+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4733 Efektivitas Penggunaan Media APE Kotak Cerdas Berhitung Terhadap Kemampuan Berhitung Anak 2026-06-20T15:43:46+07:00 Rica Wijayanti ricawijayanti@stkippgri-bkl.ac.id Zainudin Zainudin zainuddin@stkippgri-bkl.ac.id Buaddin Hasan buaddinhasan@stkippgri-bkl.ac.id Didik Hermanto ricawijayanti@stkippgri-bkl.ac.id <p>The demands of the world of education are increasingly complex, this demand makes educators not only focus on presenting teaching materials but educators also have to think about how the learning process can be enjoyed by all students. One way that educators can do to make the learning process more fun and meaningful is by using Educational Game Tools (APE). Smart box counting is one form of APE media that can be used as a numeracy medium among early childhood. The purpose of this study is to prove whether or not there is an effect of the use of APE media smart box counting on children's numeracy ability. This type of research includes quasi-experimental research using a pretest-posttest design. The data analysis used in this study was a paired sample t-test. The results of the research that have been done are Sig (2 tailed) of 0.006 &lt; 0.05, so that rejected and &nbsp;accepted. That is, there is an influence of the use of APE Smart Box Numeracy media on Children's Numeracy Ability.</p> 2026-06-20T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5090 Penggunaan Media Digital Berbasis Video Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa 2026-06-20T15:53:01+07:00 Istiqomah Nur Ahya istiahya@gmail.com Elsa Pebriani istahya@gmail.com Sofia Wulandari istahya@gmail.com <p>Dalam ranah pembelajaran matematika, siswa sering menghadapi tantangan dalam memahami materi yang disampaikan oleh pendidik, seringkali karena perasaan gugup dan kurangnya kepercayaan diri. Emosi ini dapat menyebabkan penurunan antusiasme siswa terhadap matematika. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika dengan menerapkan media digital yang mencakup video pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Partisipan terdiri dari 28 siswa dari Kelas VII-2, yang dipilih melalui pengambilan sampel acak berkelompok. Alat yang digunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner yang dirancang untuk mengukur minat dalam belajar matematika. Informasi dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan sebelum dan setelah intervensi, bersama dengan dokumentasi dan observasi tambahan. Teknik analisis yang digunakan adalah uji t sampel berpasangan dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata minat siswa dalam belajar matematika meningkat dari 62,40 sebelum diperkenalkannya media pembelajaran digital berbasis video menjadi 82,75 setelah intervensi. Uji t sampel berpasangan menghasilkan nilai p sebesar 0,001, yang lebih rendah dari 0,05, menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran digital berbasis video secara signifikan meningkatkan minat siswa terhadap matematika. Selain itu, skor N-Gain adalah 0,54, yang mengkategorikannya sebagai moderat, yang menyiratkan masih ada ruang untuk perbaikan. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran digital berbasis video dapat menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar matematika. Implikasi dari penelitian ini mengusulkan bahwa guru dapat mengadopsi media pembelajaran digital berbasis video sebagai taktik untuk mendorong peningkatan minat dalam pendidikan matematika</p> 2026-06-20T15:53:01+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4959 Analisis Kesalahan Konseptual Siswa SD dalam Pemecahan Masalah Matematika pada Materi Rasio Dilihat dari Gaya Belajar 2026-06-20T16:13:46+07:00 Iqbal Restu Aji iqbalrestu1996@gmail.com Hendi Mustofa hendimustofa@gmail.com Kusno Kusno Iqbalrestu1996@gmail.com <p>Rasio dan perbandingan merupakan konsep abstrak yang sering memicu kesalahan konseptual sistematis pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kesalahan konseptual siswa kelas VI dalam menyelesaikan soal rasio ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif deskriptif di SD Negeri Wiradadi dengan subjek enam siswa yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kuesioner gaya belajar VAK. Data dikumpulkan melalui kuesioner, Tes Penyelesaian Masalah Matematika (TPMM) yang divalidasi ahli, dan wawancara klinis, lalu dianalisis menggunakan prosedur Newman Error Analysis (NEA). Hasil penelitian menunjukkan pola kesalahan spesifik: 1) Siswa visual memiliki keterampilan representasi baik namun salah pada tahap pengkodean (encoding) akibat fenomena lompatan kognitif; 2) Siswa auditori terhambat pada tahap pemahaman (comprehension) karena terjebak miskonsepsi penjumlahan aditif; 3) Siswa kinestetik menunjukkan kesalahan kritis pada tahap transformasi (transformation) dan keterampilan proses akibat impulsivitas kognitif. Karakteristik sensorik terbukti memengaruhi cara siswa memproses informasi matematika abstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesalahan rasio bukan sekadar kegagalan aritmatika, melainkan refleksi dari pemrosesan sensorik. Direkomendasikan penerapan strategi pembelajaran terdiferensiasi: penguatan dokumentasi prosedural untuk pembelajar visual, dekonstruksi verbal untuk pembelajar auditori, dan media manipulatif konkret untuk pembelajar kinestetik guna meminimalkan hambatan pada setiap tahapan Newman.</p> 2026-06-20T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5003 Systematic Literature Review: Problem Based Learning (PBL) Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Siswa 2026-06-24T10:27:42+07:00 Suci Amalia Jannah 2225230072@untirta.ac.id Hepsi Nindiasari 2225230072@untirta.ac.id Novaliyosi Novaliyosi 2225230072@untirta.ac.id Novaliyosi Novaliyosi 2225230072@untirta.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan pendekatan PRISMA untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis hasil penelitian secara sistematis. Data diperoleh dari Google Scholar, SINTA, DOAJ, Garuda dan Scopus pada rentang tahun 2021-2026. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 18 artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PBL berpengaruh positif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis melalui pembelajaran berbasis masalah dan berpusat pada siswa. Keberhasilan PBL dipengaruhi oleh media pembelajaran, keaktifan siswa, peran guru, dan kemampuan awal siswa. Selain itu, PBL lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.</p> 2026-06-24T10:27:41+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4969 Analisis Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa: Systematic Literature Review 2026-07-09T10:06:28+07:00 Kadek Mahendra Sandya Kusuma Riawan mahendra.sandya@student.undiksha.ac.id I Nyoman Sukajaya mahendra.sandya@student.undiksha.ac.id I Nengah Suparta mahendra.sandya@student.undiksha.ac.id I Made Suarsana mahendra.sandya@student.undiksha.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini mengacu pada protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang meliputi tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah yang terindeks SINTA, Scopus, DOAJ, dan ERIC yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2026 melalui Google Scholar dengan bantuan Publish or Perish. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 10 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pemahaman konsep matematika siswa pada berbagai jenjang pendidikan. PBL mendorong keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan pemecahan masalah, diskusi kelompok, dan proses berpikir kritis sehingga siswa mampu membangun pengetahuan secara mandiri dan bermakna. Selain itu, PBL juga meningkatkan motivasi belajar, kemampuan kolaborasi, serta hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Temuan ini juga menunjukkan bahwa PBL membantu siswa dalam mengaitkan konsep matematika dengan konteks kehidupan nyata sehingga pemahaman konsep menjadi lebih mendalam. Dengan demikian, model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan relevan dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa.</p> 2026-07-09T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4982 Analisis Efektivitas Model Project Based Learning (PjBL) terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Siswa: Sebuah Tinjauan Literatur 2026-07-09T10:38:07+07:00 Afrilia Wulandari afriliawulandari2@student.uns.ac.id Muhammad Naufal Nafis muhammadnaufalnafis@student.uns.ac.id <p>Keterbatasan keterlibatan aktif serta rendahnya performa akademik murid dalam bidang matematika umumnya dipicu oleh kecenderungan pendidik menggunakan pendekatan klasikal yang menjemukan. Melalui kajian kepustakaan yang terstruktur, penelitian ini bermaksud mengukur sejauh mana kerangka Project Based Learning (PjBL) mampu memstimulasi pencapaian kognitif serta gairah belajar peserta didik dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Desain riset yang diadopsi adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan membedah 15 artikel orisinal terbitan tahun 2014-2024 yang mencakup jenjang sekolah dasar, menengah, hingga jenjang universitas. Hasil rekonstruksi data menegaskan bahwa intervensi PjBL secara ajeg memberikan kontribusi transformatif. Model ini tidak sekadar mendongkrak penguasaan materi esensial—yang divalidasi oleh capaian indeks N-Gain pada level moderat hingga tinggi—tetapi juga menguatkan ranah afektif seperti aspek kedisiplinan, motivasi intrinsik, dan ketajaman daya cipta. Disimpulkan bahwa PjBL memegang peranan krusial dalam merealisasikan visi Kurikulum Merdeka demi melahirkan generasi pembelajar yang mandiri serta cakap bekerja sama. Meski demikian, efektivitas model ini di lapangan tetap berkolerasi dengan regulasi diri dari dalam diri pelajar serta ekosistem sekitar yang suportif. Studi ini menyajikan fondasi teoretis bagi praktisi pendidikan untuk mengadopsi strategi berbasis proyek dalam menciptakan ruang kelas yang bermakna dan berpusat pada siswa.</p> 2026-07-09T10:38:07+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4989 Systematic Literature Review: Implementasi Learning Management System (LMS) dalam Pembelajaran Matematika dan Dampaknya terhadap Hasil Belajar Siswa 2026-07-09T10:50:51+07:00 Linda Fadilah Futri 2225230076@untirta.ac.id Heni Pujiastuti 2225230076@untirta.ac.id Maman Fathurrohman 2225230076@untirta.ac.id <p>Kemajuan teknologi digital sudah membawa perubahan yang signifikan pada proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika. Salah satu teknologi yang banyak digunakan yaitu LMS (Learning Management System) yang mendukung pembelajaran secara fleksibel dan terstruktur. Penelitian ini mempunyai tujuan menganalisa implementasi LMS pada pelajaran matematika serta dampaknya kepada hasil dari belajar siswa. Metode yang diterapkan yaitu SLR (Systematic Literature Review) melalui mengkaji 15 artikel ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2021-2026. Hasil kajian menunjukan bahwa LMS memberikan dampak positif kepada hasil dari belajar siswa, baik langsung ataupun lewat peningkatan motivasi, keterlibatan, serta kemandirian velajar. LMS juga mempermudah akses terhadap materi serta mendukung pembelajaran interaktif melalui fitur seperti video, kuis, dan forum diskusi. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan akses internet, kesiapan pengguna, serta pemanfaatan fitur LMS yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi penggunaan LMS serta integrasi dengan media pembelajaran digital lainnya guna menaikkan tingkat kualitas pembelajaran matematika.</p> 2026-07-09T10:50:51+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4993 Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Video Pembelajaran Terhadap Kemandirian Belajar Matematik 2026-07-10T16:35:21+07:00 Sania Zahra saniazhraktb@gmail.com Darwanto Darwanto saniazhraktb@gmail.com <p>Fakta bahwa kemandirian siswa dalam belajar matematika masih relatif rendah, dibuktikan dengan kurangnya inisiatif, ketergantungan yang besar pada guru, dan kurangnya akuntabilitas dalam menyelesaikan tugas, menjadi motivasi penelitian ini. <em>Pembelajaran Berbasis Masalah</em> (PBL) merupakan salah satu strategi pengajaran yang dianggap mampu meningkatkan kemandirian belajar, terutama jika disertai dengan film edukatif. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana kemandirian siswa dalam belajar matematika dipengaruhi oleh penggunaan pendekatan PBL dengan penggunaan video pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, quasi-eksperimental, yaitu desain kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas delapan SMP Negeri 1 Anak Ratu Aji pada tahun ajaran 2025–2026. Kelas VIII-A berfungsi sebagai kelompok kontrol dan kelas VIII-B sebagai kelompok eksperimen dalam sampel. Nilai t_hitung = 2,925, yang lebih besar dari t_tabel = 1,670, dan nilai p-value sebesar 0,002, yang kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan PBL yang didukung oleh video pembelajaran memiliki dampak signifikan terhadap kemandirian belajar siswa. Hasil ini menyiratkan bahwa kemandirian siswa dalam belajar matematika dapat berhasil ditingkatkan dengan memasukkan video pendidikan ke dalam pendekatan pembelajaran berbasis masalah.</p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4994 Systematic Literature Review: Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dalam Memfasilitasi Literasi Numerasi Siswa Sekolah Menengah 2026-07-10T16:45:02+07:00 Adnan Bakti Maulana adnanbakti224@gmail.com Hepsi Nindiasari 2225230078@untirta.ac.id Ria Sudiana 2225230078@untirta.ac.id <p>Kemampuan literasi numerasi merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang menjadi tolak ukur kualitas pendidikan melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Namun, rendahnya kemampuan bernalar dan memecahkan masalah kontekstual masih menjadi tantangan utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren, variasi integrasi, efektivitas, serta tantangan implementasi model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) dalam memfasilitasi literasi numerasi siswa. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) berpedoman pada protokol PRISMA. Data dikumpulkan menggunakan <em>Publish or Perish</em> dari <em>database</em> Google Scholar dan SINTA, dimulai dari SINTA 1,2,3,4 dengan &nbsp;rentang tahun 2022–2026, yang menghasilkan 32 artikel relevan untuk diekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Riset dominan dilakukan pada jenjang SMP dan SMA/SMK dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Kuasi-Eksperimen; (2) Implementasi PBL berkembang melalui inovasi integrasi dengan teknologi digital, pendekatan multidisiplin (STEM atau STEAM), dan kearifan lokal (etnomatematika dan media komik); (3) PBL terbukti sangat efektif dan signifikan dalam mendongkrak ketuntasan belajar serta skor rata-rata literasi numerasi dibandingkan metode konvensional. Meski demikian, penerapan PBL masih dihadapkan pada tantangan pedagogis berupa rendahnya kemampuan awal dan literasi membaca siswa (memicu <em>modeling paralysis</em>), benturan dengan budaya belajar pasif, serta kesulitan merumuskan masalah pada materi berabstraksi tinggi. Kesimpulannya, PBL terbukti efektif mendongkrak literasi numerasi melalui integrasi inovatif, meski masih terkendala oleh ketidakmampuan pemodelan matematis siswa di tahap awal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk berfokus pada strategi mitigasi pemodelan, eksplorasi domain afektif, dan integrasi asesmen berbasis gamifikasi virtual (<em>metaverse</em>).</p> 2026-07-10T16:45:02+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5012 Perancangan dan Validitas LKPD Berbasis Think Pair Share Berbantuan Video Animasi Terhadap Pemecahan Masalah Operasi Hitung Bentuk Aljabar Siswa SMP 2026-07-10T18:18:39+07:00 Septi Atika septiatika2003@gmail.com Della Maulidiya della.maulidiya@unib.ac.id Effie Efrida Muchlis effie_efrida@unib.ac.id <p>Rendahnya kemampuan pemecahan matematis peserta didik dan belum optimalnya bahan ajar yang digunakan menjadi latar belakang perlunya pengembangan LKPD yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengetahui validitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Think Pair Share berbantuan video animasi pada materi operasi hitung bentuk aljabar kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan Educational Design Research tipe Development Studies dengan model Plomp yang meliputi tahap <em>preliminary research</em>,&nbsp;<em>prototyping stage</em>&nbsp;(dengan&nbsp;<em>formative evaluation</em>:&nbsp;<em>self-evaluation</em>,&nbsp;<em>expert review</em>,&nbsp;<em>one-to-one</em>,&nbsp;<em>small group</em>), dan&nbsp;<em>assessment phase</em>. Validitas dinilai oleh tiga validator (dua dosen dan satu guru) menggunakan lembar validasi aspek isi dan konstruk dengan skala Likert 1–5. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD dinyatakan valid pada aspek isi dan konstruk setelah melalui satu kali revisi berdasarkan saran validator. Perbaikan meliputi penambahan pertanyaan pemandu pada tahap&nbsp;<em>Think</em>&nbsp;untuk mengarahkan penemuan konsep, penambahan kegiatan menyimpulkan pada tahap&nbsp;<em>Share</em>, pemberian bantuan (<em>scaffolding</em>) pada kolom penyelesaian masalah, serta perbaikan kerapian penulisan. Penelitian ini mengintegrasikan tiga komponen sekaligus: sintaks TPS, tahapan pemecahan masalah Polya, dan video animasi dalam satu LKPD terstruktur. Desain LKPD ini memungkinkan siswa belajar mandiri melalui video, berdiskusi berpasangan, dan mempresentasikan hasil secara sistematis.</p> 2026-07-10T00:00:00+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5014 Perbedaan Keaktifan Belajar Matematika Siswa yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan PBL Berbantuan LKPD Kontekstual 2026-07-10T19:37:22+07:00 Lathifah Aulia Dewi lathdewila@gmail.com Ari Wibowo ari.wibowo@staff.uinsaid.ac.id Moh. Bisri moh.bisri@staff.uinsaid.ac.id Wiwin Astuti wiwin.astuti@staff.uinsaid.ac.id <p>Keaktifan belajar matematika siswa MAN 3 Boyolali terpantau rendah karena pembelajaran masih bergantung pada guru. Tujuan studi ini adalah menganalisis komparasi tingkat keaktifan belajar matematika antara siswa di kelas Teams Games Tournament (TGT) dengan kelas pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang difasilitasi oleh LKPD kontekstual. Riset kuantitatif ini mengaplikasikan metode kuasi-eksperimen tanpa kelas kontrol, secara spesifik menggunakan posttest only nonequivalent group design. Populasi ditarik dari keseluruhan kelas X (157 siswa), di mana dua kelas ditetapkan sebagai sampel lewat penarikan acak berbasis area (cluster random sampling). Pengukuran tingkat keaktifan belajar siswa mengandalkan instrumen kuesioner yang kelayakan validitas serta reliabilitasnya telah teruji. Pengolahan data melalui statistik deskriptif, pengujian asumsi dasar, serta independent sample t-test. Temuan evaluasi mengindikasikan perbedaan keaktifan yang sangat besar antara kelompok TGT dan PBL, dibuktikan lewat angka signifikansi sebesar 0,0006 (p &lt; 0,05). Kelompok yang menerima intervensi PBL terintegrasi LKPD kontekstual menunjukkan level keaktifan yang lebih tinggi daripada kelompok TGT. Tingginya skor tersebut didorong oleh peran instrumen berorientasi fenomena nyata yang bertindak sebagai scaffolding saat siswa berkolaborasi. Di sisi lain, suasana kompetitif pada kelas TGT justru memicu munculnya kecenderungan dominance effect serta social loafing. Riset ini menegaskan bahwa implementasi PBL dengan dukungan LKPD kontekstual terbukti lebih efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa selama pembelajaran matematika.</p> 2026-07-10T19:37:22+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5024 Implementasi Standar Proses dalam Pembelajaran Matematika pada Kurikulum Merdeka di SMA Mardi Yuana Sukabumi: Sebuah Studi Deskriptif Kualitatif 2026-07-10T19:47:39+07:00 Elsa Ziyadaturrisqi elsaziyada12@gmail.com Supardi U.S elsaziyadi12@gmail.com Nur Alam Arifin elsaziyadi12@gmail.com Fajar Purwono elsaziyadi12@gmail.com Irfan Bahrudin elsaziyadi12@gmail.com Jihan Fadhilah elsaziyadi12@gmail.com Reni Parida elsaziyadi12@gmail.com Rolan Pranto Pasaribu elsaziyadi12@gmail.com Sarah Mutia elsaziyadi12@gmail.com <p>Kualitas pembelajaran matematika sangat dipengaruhi oleh implementasi standar proses yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi standar proses dalam pembelajaran matematika pada Kurikulum Merdeka di SMA Mardi Yuana Sukabumi, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran di kelas, serta kendala dan upaya penyelesaiannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dipilih melalui purposive sampling: 1 kepala sekolah, 1 wakil kepala sekolah bidang kurikulum, 3 guru matematika, dan 6 peserta didik (n=11). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi kelas (9 sesi, 2×45 menit), dan studi dokumentasi terhadap 21 Modul Ajar, ATP, LKPD, dan instrumen asesmen. Ketiga instrumen divalidasi melalui expert judgment dua validator dengan CVR 0,80–0,90. Data dianalisis menggunakan model interaktif Click or tap here to enter text. keabsahan dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil: (1) perencanaan pada kategori cukup, dengan kekuatan kesesuaian Modul Ajar dengan CP (80%) dan orientasi HOTS (60%), namun lemah pada asesmen diagnostik (40%) dan diferensiasi (35%); (2) pelaksanaan menunjukkan iklim kelas positif, namun implementasi model inovatif dan integrasi teknologi belum konsisten; (3) enam kendala multi-level: pemahaman tidak merata, beban administrasi, keterbatasan IT, rasio kelas besar, minimnya sumber kontekstual, dan dilema ketuntasan vs. kedalaman. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan profesional guru yang sistematis dan penguatan komunitas belajar profesional di sekolah.</p> 2026-07-10T19:47:39+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5029 Pengaruh Literasi Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pada Pembelajaran Statistik Berbasis SPSS di Perguruan Tinggi 2026-07-10T19:56:03+07:00 Marnisyah Anas marnisyahanas@gmail.com Arya Tri Agustin aryatriagustin@gmail.com Bunayya bunayya bunayafc@gmail.com Sri Mariana sri.mariana50@gmail.com Tri Asthi Wulandari as_thy.woeland@ymail.com <p>Penelitian ini dilaksanakan untuk menelaah pengaruh literasi digital mahasiswa di pembelajaran statistik berbasis SPSS terhadap kemampuan berpikir kritisnya. Metode survey digunakan untuk penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif. Teknik <em>proportionate stratified random sampling</em> menetapkan 254 mahasiswa sebagai sampel penelitian. Data terkumpul melalui kuesioner yang valid dan reliabel. &nbsp;0,960 merupakan nilai Cronbach's Alpha variabel literasi digital dan 0,955 untuk variabel kemampuan berpikir kritis. Regresi linear sederhana berbantuan SPSS digunakan untuk proses analisis data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variabel literasi digital memberi pengaruh signifikan dan positif kepada kemampuan berpikir kritis mahasiswa (t = 14,250; p &lt; 0,05), dengan koefisien regresi positif yang mengindikasikan peningkatan literasi digital diikuti oleh peningkatan kemampuan berpikir kritis. Koefisien determinasi (R²) literasi digital sebesar 0,446 memberi penjelasan bahwa 44,6% adalah faktor kemampuan berpikir kritis mahasiswa, sedangkan 55,4% merupakan faktor lain nya. Literasi digital dapat ditetapkan sebagai prediktor signifikan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran statistik berbasis SPSS, sehingga penguatannya perlu diintegrasikan dalam desain pembelajaran statistik di perguruan tinggi.</p> 2026-07-10T19:56:03+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5051 Penerapan Model TGT dengan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Game untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Pada Materi Membandingkan Karakteristik Bangun Datar Segitiga Siswa Sekolah Dasar 2026-07-10T20:00:47+07:00 Nuudiya Anburika 240611100065@student.trunojoyo.ac.id May Nanda Dwi Saharani 240611100038@student.trunojoyo.ac.id Vivi Prila Arwinda 240611100043@student.trunojoyo.ac.id Faizatul Hasanah 240611100063@student.trunojoyo.ac.id Imron Rosadi imronrosadi633@gmail.com Andika Adinanda Siswoyo 6andika.siswoyo@trunojoyo.ac.id <p>Rendahnya pemahaman matematika siswa kelas V SDN Sendang Laok pada materi membandingkan karakteristik bangun datar segitiga menjadi latar belakang penelitian ini. Hal tersebut dipicu oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional, minimnya interaksi, serta kurangnya pemanfaatan media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran interaktif berbasis game melalui <em>Smart TV</em> dengan model <em>Teams Games Tournament</em> (TGT) serta mengetahui peningkatannya terhadap keaktifan dan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan subjek 15 siswa. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari Siklus I ke Siklus II. Ketuntasan belajar klasikal meningkat drastis dari 33,3% (5 siswa) pada Siklus I menjadi 86,6% (13 siswa) pada Siklus II. Peningkatan ini didorong oleh optimalisasi jaringan internet untuk media <em>Smart TV</em>, penguatan kolaborasi kelompok heterogen, penerapan waktu berpikir (<em>wait time</em>), serta pemberian <em>reward</em> untuk meningkatkan motivasi. Kesimpulannya, integrasi model TGT dan media game interaktif melalui <em>Smart TV</em> efektif menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan dan meningkatkan pemahaman matematika siswa secara optimal.</p> 2026-07-10T20:00:47+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5110 Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Teknik Probing Prompting Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa MTs 2026-07-10T20:07:25+07:00 Maya Dwi Purnamasari mayadwipurnamasari11@gmail.com Warli Warli mayadwipurnamasari11@gmail.com <p>Penelitian dengan rancangan kuantitatif <em>one-group pretest-posttest</em> ini bermaksud meneliti pengaruh kombinasi antara metode <em>Problem-Based Learning</em> (PBL) dan teknik tanya jawab <em>probing-prompting</em> dalam menaikkan daya pikir kritis matematis siswa. Guna menguji ide tersebut, seluruh siswa kelas VIII MTs Nurul Huda yang berjumlah 23 orang dijadikan subjek eksperimen dengan sistem <em>total sampling</em>. Riset ini sendiri didasari oleh realita bahwa kecakapan berpikir kritis pelajar dalam pelajaran matematika masih minim karena suasana kelas yang didominasi guru serta jarang digunakannya soal-soal berbasis realita. Data penelitian yang didapat lalu diolah lewat uji <em>paired sample t-test</em> serta perhitungan indeks <em>N-Gain</em>. Berdasarkan hasil analisis data, terlihat adanya lonjakan nilai yang sangat jelas antara sebelum dan sesudah perlakuan, di mana hasil <em>posttest</em> melampaui skor <em>pretest</em>. Uji statistik <em>t</em> berpasangan menghasilkan angka &nbsp;dengan nilai signifikansi , yang menandakan bahwa perlakuan ini membawa pengaruh yang nyata. Sementara itu, nilai rata-rata <em>N-Gain</em> yang mencapai mempertegas bahwa efektivitas perpaduan strategi ini berada pada level tinggi. Akhir kata, studi ini menyimpulkan bahwa penggabungan PBL dan teknik <em>probing-prompting</em> terbukti ampuh mengaktifkan kegiatan belajar sekaligus mendongkrak ketajaman nalar kritis siswa pada matematika.</p> 2026-07-10T20:07:25+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5019 Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTS pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) di Tingkat MTs 2026-07-10T20:15:05+07:00 Intan Maisura 220205044@student.ar-raniry.ac.id Lukman Ibrahim 220205044@student.ar-raniry.ac.id <p>Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal-soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan masalah yang harus ditangani dalam pembelajaran matematika termasuk pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) di tingkat MTs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi PLSV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam menjawab setiap soal HOTS. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara semi-terstruktur yang kemudian dianalisis menggunakan tahapan-tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa meliputi: (1) kesulitan memahami soal dan mengidentifikasi informasi yang diketahui dan ditanyakan; (2) kesulitan dalam menentukan pemisalan variabel; (3) kesulitan memodelkan masalah ke dalam bentuk persamaan linear satu variabel; (4) kesulitan dalam melakukan operasi hitung; serta (5) kesulitan menyusun langkah penyelesaian secara sistematis dan menarik kesimpulan. Kesulitan yang paling dominan ditemukan pada aspek memahami masalah dan menyusun langkah penyelesaian. Kesulitan tersebut berkaitan dengan rendahnya kemampuan menganalisis dan mengevaluasi berdasarkan teori Taksonomi Bloom. Hasil penelitian ini diharapkan berkontribusi bagi perbaikan pembelajaran matematika yang lebih efektif dan bermakna.</p> 2026-07-10T20:15:05+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/4724 Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Self Efficacy Siswa SMK 2026-07-13T10:27:20+07:00 Ina Ramadina Inaramadina52@guru.smk.belajar.id Novaliyosi Novaliyosi inaramadina24@gmail.com Hepsi Nindiasari inaramadina24@gmail.com <p>Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi tantangan pembelajaran dan kehidupan nyata. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih tergolong rendah, khususnya pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu faktor afektif yang diduga berperan penting dalam kemampuan pemecahan masalah matematis adalah <em>self efficacy</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari tingkat <em>self efficacy</em> pada siswa kelas X SMK Bismillah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian dipilih secara purposive berdasarkan kategori <em>self efficacy</em> tinggi, sedang, dan rendah yang ditentukan melalui angket. Instrumen penelitian meliputi angket <em>self efficacy</em>, tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbasis langkah Polya, dan wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan <em>self efficacy</em> tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik pada setiap tahap Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Siswa dengan <em>self efficacy</em> sedang menunjukkan kemampuan yang cukup baik namun belum konsisten, sedangkan siswa dengan <em>self efficacy</em> rendah mengalami kesulitan di hampir seluruh tahap pemecahan masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>self efficacy</em> berperan penting tidak hanya terhadap hasil akhir, tetapi juga terhadap proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Oleh karena itu, penguatan <em>self efficacy</em> perlu diintegrasikan dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMK.</p> 2026-07-13T10:27:20+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5098 Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Berbantuan Media Mini-market simulation terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa pada Materi Aritmatika Sosial 2026-07-13T10:36:22+07:00 Kharisma Fathimatuzzahro' kharismazzahra413@gmail.com Warli Warli kharismazzahra413@gmail.com <p>Riset ini dirancang guna mengevaluasi efektivitas pendekatan <em>Realistic Mathematics Education</em> yang disokong media simulasi <em>minimarket </em>terhadap perkembangan koneksi matematis siswa pada materi aritmatika sosial. Prosedur metodologi bersandar pada rumpun kuantitatif jenis <em>pra-eksperimental</em> dengan skema <em>one group</em> <em>pretest</em>-<em>posttest</em>. Subjek pengamatan berfokus pada 24 siswa kelas VII MTs Nurul Huda periode akademik 2025/2026, dengan mekanisme <em>total sampling</em> sebagai dasar penentuan seluruh anggota populasi menjadi subjek kajian utuh. Penelitian menggunakan instrumen <em>pretest</em> serta <em>posttest</em> berbentuk soal uraian sesuai 3 indikator kemampuan koneksi matematis: (1) pengenalan dan penerapan relasi antargagasan matematika, (2) penguasaan keterpaduan konsep matematika secara utuh, serta (3) mengimplementasikan matematika pada konteks di luar bidang matematika. Analisis data dieksekusi secara komprehensif melalui operasi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s test, uji <em>paired sample t-test</em>, dan komputasi N-Gain. Hasil riset menyingkap bahwa nilai rata-rata <em>posttest</em> berada di atas nilai rata-rata <em>pretest</em>. Secara statistik, hasil uji <em>paired sample t-test</em> memperoleh nilai t = -12,805 dengan koefisien sig = 0,000 ( ), yang menandakan adanya transformasi signifikan pada koneksi matematis siswa akibat intervensi. Selanjutnya, perolehan rata-rata skor N-Gain mencapai 0,5758 memperkuat kesimpulan mengenai adanya akselerasi kemampuan koneksi matematis siswa yang masuk dalam rentang kategori sedang hingga tinggi. Temuan penelitian membuktikan bahwa pembelajaran kontekstual melalui pendekatan RME dan media simulasi konkret seperti <em>mini-market simulation</em> secara efektif meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa pada materi aritmatika sosial.</p> 2026-07-13T10:36:22+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5047 Pengalaman Guru dalam Mengintegrasikan Pendidikan Karakter Islami pada Pembelajaran Matematika untuk Pendidikan Berkualitas dan Berkelanjutan 2026-07-15T15:09:35+07:00 Yenni Novita Harahap yenninovita17@gmail.com Sartikawati Sartikawati yenninovita17@gmail.com Khairunnisa Efendi yenninovita17@gmail.com <p>Pendidikan karakter Islami merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap, perilaku, dan kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Dalam konteks pembelajaran matematika, integrasi nilai-nilai karakter Islami menjadi tantangan tersendiri bagi guru karena pembelajaran sering kali lebih berfokus pada aspek kognitif. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang sistematis untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap tahapan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman guru dalam mengintegrasikan pendidikan karakter Islami dalam pembelajaran matematika di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru matematika yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalu wawancara mendalam dan observasi pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi metode dengan membandingkan hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan pendidikan karakter Islami dalam pembelajaran matematika melalu berbagai tahapan pembelajaran, yaitu pada kegiatan pembukaan, inti, dan penutup. Pada kegiatan pembukaan, guru menanamkan nilai religius melalu doa dan penguatan sikap disiplin. Pada kegiatan inti, guru mengaitkan materi matematika dengan nilai-nilai Islami serta menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab. Pada kegiatan penutup, guru memberikan refleksi pembelajaran yang mengandung pesan moral Islami. Hasil triangulasi data menunjukkan adanya kesesuaian antara hasil wawancara dan observasi sehingga memperkuat temuan penelitian. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter Islami dalam pembelajaran matematika telah dilaksanakan secara sistematis dan kontekstual, meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya.</p> 2026-07-15T15:09:34+07:00 ##submission.copyrightStatement## https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/5215 Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Luas Permukaan Prisma Segitiga Berdasarkan Teori Polya pada Siswa Kelas VIII SMP Shidqia Islamic School 2026-07-15T15:28:44+07:00 Istira Fauziah Tamin istirafauziah@gmail.com Novita Sari Adiyani istirafauziah2@gmail.com Mega Cantika istirafauziah2@gmail.com Rachmawatika Pratiwi istirafauziah2@gmail.com Juliana Juliana istirafauziah2@gmail.com Dhesy Shulistyariny istirafauziah2@gmail.com Supardi U.S istirafauziah2@gmail.com Arfatin Nurrahmah istirafauziah2@gmail.com <p>Pada pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama (SMP), siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk pemecahan masalah dan masih banyak siswa yang hanya mampu melaksanakan pada tahap awal yaitu menuliskan hal yang diketahui saja. Riset ini dirancang untuk mendeskripsikan penerapan tahapan Polya terhadap pemecahan masalah matematika kelas VIII SMP Shidqia Islamic School materi luas permukaan prisma segitiga, serta menganalisis dampak kemampuan pemecahan masalah matematika siswa terhadap hasil belajar matematika kelas VIII. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam tentang implementasi pemecahan masalah, dampaknya terhadap hasil belajar, serta kendala yang dihadapi siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pengamatan terstruktur, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Data kemudian diproses menggunakan model analisis deskriptif kualitatif dengan mengadopsi model analisis data interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana, diperoleh mayoritas siswa berada pada kategori tinggi dengan jumlah 2 siswa atau sebesar 100%. Sementara itu, kategori sedang dan rendah masing-masing terdiri atas 2 siswa dengan persentase sebesar 68% dan 40%. Studi ini menegaskan bahwa pemecahan masalah berdasarkan Teori Polya terbukti efektif dalam memfasilitasi analisis kemampuan pemecahan masalah matematis pada pembelajaran matematika tingkat SMP. Penerapan tahapan Polya dalam pemecahan masalah matematika pada materi luas permukaan prisma segitiga menunjukkan perbedaan kemampuan pada setiap kategori siswa.</p> 2026-07-15T15:28:43+07:00 ##submission.copyrightStatement##